Jumat, 14 Oktober 2011

Entah untuk Dia

Hujan malam ini berbeda dengan yang lain. Di sini aku merasakan apa itu arti kehidupan dan sesuatu yang tak lagi tabu untuk dibicarakan diriku seorang. Dia.
Biarlah rasa ini hanya ada di dalam sangkar yang bebas. Biarkan ia lepas dan menari indah di dalamnya. Mungkin saja aku dapat berkata ini pada hari nanti, namun mungkin juga takkan pernah tersampaikan.
Sampai kapanpin, apa yang aku pendam hanya diriku seorang yang tahu, dan juga Tuhan.. Dia yang dulu, dia yang sekarang tidak tahu, entah untuj dia yang esok hari.
Published with Blogger-droid v1.7.4

Jumat, 23 September 2011

Haruskah Sedih ataukah Senang?

Ingatkah dirimu akan satu tahun yang lalu? Aku tak tahu apakah dirimu akan mengingatnya atau tidak. Tapi bagiku pengalaman itu takkan kulupakan.
Hari itu hanya ada kita berdua. Menonton bioskop dengan film 'Dalam Mihrab Cinta'. Syahdu, penuh pemikiran, menghibur dll. Tidak hanya sampai di sana. Dilanjutkan makan di salah satu junkfood yang ada di sana. Aku yg menraktir. Hehe..

Mengalir seruntun cerita ttg hidupmu yang berbeda dengan hidupku. Kau tuturkan kalimat ttg bagaimana cara pikir dan pertimbanganmu waktu itu. Aku tak mengerti awalnya, namun aku adalah tipe orang yang berpikir dalam pikiranku sndiri dan dengan itu semua, aku bis memahami apa yang kamu ceritakan.

Hmm.. Pembicaraan yg belum pernah secara mendalam aku lakukan sbelum bertemu dg dirimu. Menikah.

Akhirnya, apa yang kmu pikirkan waktu itu tidak tercapai saat ini. Karena apa yang kamu bicRakan ternyata sesuai dengan rencana awal yang kamu utarakan. Aku tak tahu haruskah aku sedih atau senang (?)
Sedih untuk pemikiran-pemikiran mu saat itu yang ternyata tak tercapai di masa kini. Ataukah senang karena semuanya berjalan sesuai dengan rencana awalmu.

Lebih baik aku pilih pilihanku yang kedua. Senang karena semua dapat berjalan sesuai rencana. :)

Selamat menempuh hidup baru..
:)
Published with Blogger-droid v1.7.4

Kapankah Dia Datang?

Aku ingin terbang dg sayap yg kumiliki.
Bukan sayap nyata seperti yang para burung punya, hanya sekadar sayap penyemangat dari seseorang.
Aku tak punya dia.
Hanya dalam khayalan yang selalu melayang.
Tidak kecewa.
Namun mungkin hanya bertanya.
Kapankah kau datang?
Published with Blogger-droid v1.7.4

Sabtu, 27 Agustus 2011

Just Share Pictures


Yupsss.. foto ini diambil saat latihan birdwatching di Bunder Wanagama. Hmm.. bisa dibilang juga merupakan perpisahan dengan Rizky yang sekarang ternyata sudah diterima di AKPOL !! huhu... kapan kita bisa ketemu lagi?


Agak melenceng waktu jauh. haha.. Foto ini diambil waktu hari pertama di Baluran, ketika pertama kali masak-mask setelah lebih dari 20 jam berkelana di kereta, bus dan hall besar. hoho

Siapa Dia?

Ia bersifat misteri, tak pernah kita lihat dengan jelas, namun dapat kita rasakan bagaimana ia berjalan dan menelan kesempatan kita untuk berbuat lebih banyak. Ia tak pernah kembali, hingga kita selalu rindu untuk kembali padanya.
Bersikap egois adalah karakter khas darinya. Sangat egois, tak pernah mengenal dengan siapa ia sedang berhadapan atau pada apa ia sedang berbicara. Ia bukan objek pembuangan amarah yang kita miliki, karena sekali lagi ia tak pernah mendengarkan apa yang orang lain katakan.

Siapa dia?

to be continued

Jumat, 26 Agustus 2011

Jadi, mana Pilihanmu ?

Bermimpi. Bukan hal baru dalam hidup ini. Merupakan suatu hal yang jika engkau menganggapnya angin lalu tidak akan pernah mendapat hasil pada puncak kenikmatan, namun jika engkau menganggapnya dengan sungguh-sungguh, maka tunggulah kenikmatan dari puncak keinginan yang akan memenuhi ragamu.
Bermimpi itu menyenangkan. Bagaimana kehidupan kita satu ke depan, dua tahun ke depan, ataupun lima tahun ke depan dapat 'dijangkau' lewat mimpi. Pilihannya adalah apakah kamu akan mewujudkan mimpi-mimpimu?
Pernahkah mendengar ada pepatah [atau bukan?] bahwa takdir bisa kita ciptakan sendiri? Mungkin akan menimbulkan kontroversi, tapi seperti itulah yang kudengar.
Jalan yang akan kita tempuh bisa kita rancang sedemikian rupa. Apakah ingin kehidupan yang penuh dengan kemewahan dan kekayaan namun tak bahagia ataukehidupan sederhana di mana semuanya dapat tercukupi dan bahagia. Semua tergantung mimpi, usaha dan doamu.
Seseorang pernah berkata, "Tuhan tidak akan membayar orang dengan usaha 40% dengan hasil maksimal. Begitu pula sebaliknya, Tuhan akan membayar orang dengan maksimal bila usaha yang kita kerahkan juga maksimal." Jadi, mana pilihanmu?

Kamis, 25 Agustus 2011

Kita yang Ingin Mencapai Puncak

Sungguh aku tak menyangka bahwa kalian telah membuatku candu akan sesuatu yang belum pernah aku rasakan. Menjadi bagian dari keluarga ini merupakan suatu hal di luar pemikiranku, di luar jangkauan dan mimpiku. Tawa dan tangis bersama tanpa ada yang ditutupi. Suka dan duka tak lupa juga dirasa.
Aku dengan keegoisanku terkadang masih perlu untuk ditempa agar tak lagi keluar. Keluarga ini tidak butuh keegoisan untuk mencapai kata sepakat dalam setiap kegiatan.

EGOIS = GAGAL

Mungkin hal itu yang akan berlaku dalam kenyataannya.
Jangan pernah bertindak sendiri jika tak ingin selamat dalam setiap tindakan. Keluarga ini membutuhkan kepercayaan, tanggung jawab dan rasa kebersamaan.
Mengertilah untuk dapat dimengerti.
Percayalah untuk dapat dipercaya.
Karena ini semua adalah kita.
Kita yang selalu ingin mencapai puncak

Rabu, 24 Agustus 2011

Bermimpilah


Satu tahun sudah berlalu sejak SMA ditinggalkan. Menjadi keluarga besar Jadulisme merupakan anugerah terindah yang pernah terjadi.
Tangis karena haru terpecah saat perpisahan kala itu.
Senyum karena bahagia juga tak luput terlihat di sana.
Satu tahun, bukan waktu yang singkat namun juga tak lama.
Sahabat, maafkan bila memang ada lidah yang bersilat dengan gundah
Tak ada maksud terselubung dari semua yang telah dilakukan
Semua telah dilalui
Semua telah dilewati
Kini, tinggallah kita yang berada di jalan pada persimpangan yang telah kita lewati
Mau ke mana kita ?
Tanyalah pada hati kita sendiri
Berbincanglah denganNya, karena hanya Dia yang paling mengerti tentang kita
Menjadi bintang bersinar bagi kedua insan berharga yang kita miliki
Menjadi bulan yang sinarnya menerangi malam
Menjadi panutan bagi semua insan
Kita semua bisa menjadi sukses
Asal kita mampu
Asal kita ingin melakukan
Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu. Begitu kata Arai dalam Sang Pemimpi

Dariku :
Bermimpilah, lalu lakukan dan silakan tunggu sesuatu yang dapat kita raih.
:)